TOLERANSI YANG INDAH “ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN”

Konsultan BQ

By: Dr. Nurul Hikmah. MA.

Allah menjelaskan tentang indahnya toleransi antar umat beragama secara tegas dalam surat Al kafirun.

Katakanlah, “Wahai orang-orang kafir! (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) Dan kamu tidak pernah  menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (6) ( Qs. Al – Kafiruun : 1-6)

            Dari surah Al – kafirun yang telah dipaparkan diatas, terdapat makna toleransi yang sangat indah dan adil baik bagi umat muslim maupun non muslim. Makna toleransi menurut surah Al – Kafirun yaitu kondisi dimana setiap umat beragama bebas menjalankan keyakinan dan kepercayaan masing – masing tanpa harus menerima paksaan maupun tuntutan untuk menyembah dan mengikuti kepercayaan serta agama orang lain.

            Adapula makna – makna lain / isi kandungan yang tertuang dalam surah Al – Kafirun, antara lain :

a) Pernyataan dan penegasan bahwa umat muslim tidak akan pernah menyembah seperti apa yang orang kafir sembah.

b) Pernyataan dan penegasan bahwa sesembahan umat muslim sangat berbeda dengan sesembahan orang kafir.

c) Penolakan atas permintaan orang kafir dalam mengajak umat muslim menyembah apa yang disembah orang kafir.

d) Surah yang sengaja diulang – ulang ini merupakan penegasan dan pemutus harapan orang – orang kafir dalam mengajak orang – orang muslim menyembah apa yang ia sembah. Makna toleransi menurut surah al kafirun

Toleransi Terhadap Natal Tanpa ucapan

Bentuk toleransi terhadap perayaan natal tidak berarti ikut dalam pengakuan atau perayaan. Ucapan selamat berarti pengakuan akan Isa sebagai anak tuhan bukan isa sebagai nabi. Sementara dalam Islam Isa sebagai nabi bukan anak Tuhan. Mengucapkan selamat bukan hanya sebatas selamat , akan tetapi ini masalah aqidah.

Mengharamkan ucapan selamat natal bagi umat Nasrani dijelaskan hukumnya pada firman Allah subhanahu wa ta’ala di dalam surat al-Furqan ayat 72, 

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Q.S. al-Furqan [25]: 72)

Pada ayat tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan bagi orang yang tidak memberikan kesaksian palsu dengan martabat yang tinggi di surga.

Sedangkan, apabila seorang muslim mengucapkan selamat natal berarti dia telah memberikan kesaksian palsu dan membenarkan keyakinan umat Nasrani tentang hari Natal (kelahiran Yesus Kristus, salah satu Tuhannya umat Nasrani). Konsekuensinya adalah ia tidak akan mendapatkan martabat yang tinggi di surga. Dengan demikian, mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani tidak diperkenankan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *