MAWA GABUNGAN SELURUH RUMPUN RA/TK & MI/TI/KUTTAB

MAWA

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
SABTU, 16 Januari 2021

👳‍♀️🧕🏻💪🏻 Melewati Proses Dengan Tangguh; Menghantarkan Anak Menjadi Ulama Besar🧕🏻👳‍♀️💪🏻

Oleh: Ustadzah Dr. Nurul Hikmah, MA.

Seringkali kita membandingkan keberhasilan anak lain dengan anak sendiri dan berujung pada pandangan miring terhadap anak. Padahal dibalik keberhasilan anak ada proses yang panjang, berliku dan berkelok yang dilalui.

🟢🦅1. Manusia Terbang dengan Kesungguhan Dan Cita-citanya

Kalaulah burung terbang dengan sayapnya, lain halnya dengan manusia. manusia akan terbang dengan cita-cita Yang tinggi dibarengi dengan kesungguhan untuk mewujudkannya. Tidak akan berhasil jika hanya memiliki cita-cita tinggi saja tapi tidak bersungguh-sungguh. Begitupun sebaliknya sungguh-sungguh tanpa cita-cita besar niscaya keberhasilan hanya menjadi angan-angan. Maka sudah selayaknya cita – cita besar untuk menghantarkan anak-anak kita menjadi ulama besar harus dibarengi dengan kesungguhan dalam memperjuangkannya.

🟢🧕🏻👳‍♀ Kepribadian Anak, bagaimana proses yang dilaluinya bersama orang tua. Anak taat, tumbuh ditengah ketaatan orang tua

Mayoritas waktu anak usia TK dan MI adalah bersama orang tua, maka bagaimana orang tua bersikap, berprilaku dan bertutur akan menjadi contoh bagi anak. Kalau ingin membentuk anak yang taat, maka orang tua juga harus senantiasa menjaga ketaatannya.

🟢🌻 Ingin anak sholeh, bagaimana prosesnya?

Anak sholeh tentu tidak terbentuk secara instan, tapi melalui proses yang panjang dan berliku. Misalnya ingin membentuk anak yang terbiasa shalat subuh di masjid
▶️ Mulai dari membentuk kebiasaan pada diri orang tua terbiasa bangun pagi, mandi, shalat sunah dan shalat subuh di Masjid
▶️ Mulai membentuk proses yang sama pada anak. Tentu dalam prosesnya ada penolakan, proses negosiasi, meyakinkan dll
▶️ Orang tua harus konsisten dan sabar melalui proses itu sampai si anak menjadi kepribadian Islam Dan terbiasa shalat subuh ke masjid.

Begitupun untuk membentuk anak yang rajin shalat wajib/sholat sunah, ziyadah, rajin belajar Dan membantu orang tua tentu harus dimulai dari membentuk kebiasaan itu pada orang tua terlebih dahulu, menciptakan suasana Yang mendukung hal tadi Dan mulai berproses bersama anak untuk mewujudkannya.

🟢🌸 Anak sholeh dengan amal sholeh orang tua, anak Salah dari dosa orang tua

Walaupun kesholehan tidak diturunkan, tapi kesholehan orang tua lah yang memproses anak menjadi sholeh.
Sementara anak yang salah sumber utamanya adalah akibat dosa orang tua. Dosa karena memberikan pendidikan yang salah, dosa karena tidak mencontohkan yang baik, dosa karena mencontohkan yang buruk dll.

🟢📌 Hereditas Dan lingkungan utama Dan pertama anak adalah orang tua. Maka sholeh Dan Salah anak pada orang tua

1️⃣ Hereditas
Tanpa disadari orang tua menurunkan keburukan pada anak. Dalam bersatunya ovum dan sperma apakah halal/tidak, sesuai syariat/tidak, berada pada rahim orang taat apa maksiat. Hal ini harus diperhatikan karena akan membentuk otak, mata dan telinga dll yang berfungsi untuk daya tangkap anak.

2️⃣ Lingkungan
Orang tua merupakan yang terdekat, Yang utama memenuhi kebutuhan anak dan yang paling sering dilihat anak. Maka sholeh dan salahnya anak ada pada orang tua.

🔶🔵🔶🔵🔸🔵🔸🔵🔸🔵

Mulai Berproses Mewujudkan cita

  1. Tuliskan Cita-cita pada anak dan tempelkan didinding
  2. Tulis indikator yang tadi di cita-citakan
  3. Tulis apa Yang harus dilakukan orang tua
  4. Tulis pula kendala Yang dihadapi
  5. Bulatkan tekad “Aku harus melalui proses ini”

Semakin berliku dan berat perjuangan yang kita lalui maka semakin besar balasan yang Allah janjikan.

Terus semangat
Melewati Proses Tangguh; Menghantarkan Anak Menjadi Ulama Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *