Ustadzah Dr. Nurul Hikmah, MA
NO Generasi gagap tsaqafah
🔺Gagap tsaqafah=gak jelas tsaqafahnya
Surat Maryam biasanya dijadikan dalil boleh mengucapkan natal.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَالسَّلٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
(QS. Maryam 19: Ayat 33)

Isinya harapan, berharap kepada yang diatas kita.
Nabi Isa berharap kepada Allah, berarti nabi Isa mengakui Allah sebagai Tuhan dan Nabi Isa sebagai abdi.
- Pada saat kelahiran
- Saat wafat
- Saat dibangkitkan.
Menunjukkan nabi Isa abdullah, hamba Allah.
Tafsir ibnu katsir menjelaskan, bahwasannya nabi Isa makhluk Allah. Yang mengalami fase hidup yang kelak dibangkitkan kembali.
Assalamu, maknanya ucapan keselamatan kepada nabi Isa, bukan kepada umat nasrani.
Konteks ayat, keselamatan dari Allah kepada Abdullah. Bukan kepada anak Tuhan.
Menurut At Thabari, makna keselamatan adalah keselamatan dari setan saat kelahiran, dan celaan, kepanikan saat hari kebangkitan.
🔺Mengikuti perayaan mereka sama dengan menunjukkan loyalitas kita terhadap mereka
❌ Kita tidak usah ikut-ikutan, menganggu perayaan mereka. Lakum dinukum waliyadin

🔵Toleransi natal tanpa ucapan
🌿🌷Isyarat dari Al Qur’an dalam menyikapi
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 72)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّى وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَآءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ ۙ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهٰدًا فِى سَبِيلِى وَابْتِغَآءَ مَرْضَاتِى ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعْلَمُ بِمَآ أَخْفَيْتُمْ وَمَآ أَعْلَنْتُمْ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيلِ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
(QS. Al-Mumtahanah 60: Ayat 1)
⚠️Ijma’ Ulama : Haram mengucapkan hari raya dan puasa, atau hari besar dan semacamnya.
🔶Tahun Baru Masehi🔶
Adalah sebuah perayaan bukan milik kaum muslimin.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
Sahabat ‘Abdullaah bin ‘Amr radhiallaahu ‘anhuma berkata,
ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻓِﻲ ﺑِﻼﺩِ ﺍﻷَﻋَﺎﺟِﻢِ، ﻭَﺻَﻨَﻊَ ﻧَﻴْﺮُﻭﺯَﻫُﻢْ ﻭَﻣِﻬْﺮَﺟَﺎﻧَﻬُﻢْ ﻭَﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻬِﻢْ، ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻤُﻮﺕَ، ﻭَﻫُﻮَ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺣُﺸِﺮَ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
“Barangsiapa yang membangun negeri-negeri kaum ‘ajam (negeri kafir), meramaikan hari raya Nairuz dan Mihrajan (perayaan tahun baru mereka), serta meniru-niru mereka hingga ia mati dalam keadaan seperti itu, ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.”
⚠️⚠️Orang muslimin bertingkah seperti orang non adalah kiamatnya orang muslim⚠️⚠️

